Rabu, 19 Maret 2014

0

Fungsi Umum PHP
Fungsi string
Funngsi string digunakan memanipulasi string untuk berbagai macam kebutuhan. Disini akan dibahas beberapa fungsi string yang sering digunakan dalam membuat aplikasi web.
AddSlashes
Digunakan untuk menambahkan karakter backslash ( \ ) pada suatu string. Hal ini penting digunakan pada query string untuk database, misalkan pada MySQL. Beberapa karakter yang akan ditambahkan tanda addslashes adalah karakter tanda petik satu ( ‘ ), karakter petik dua ( “ ), backslash ( \ ) dan karakter NULL.
Sintaks :
addslashes(string)
StripSlashes
Digunakan untuk menghilangkan karakter backslash ( \ ) pada suatu string.
Sintaks :
string stripslashes(string)
Crypt
Digunakan untuk meng-encrypt dengan metode DES suatu string. Fungsi ini sering digunakan untuk mengacak string password sebelum disimpan dalam database. Dalam penggunaan fungsi crypt ini dapat ditambahkan parameter string ‘salt’. Parameter ‘salt’ ini ditambahkan untuk menentukan basis pengacakan. ‘Salt string terdiri atas 2 karakter. Jika ditambahkan pada fungsi crypt maka PHP akan menentukan sendiri ‘salt’ string tersebut secara acak.
Sintaks :
Crypt(string [,salt] )
Echo
Digunakan untuk mencetak isi suatu string atau argument.
Sintaks :
echo(string argumen1, argumen2, …)
Explode
Digunakan untuk memecah-mecah suatu string berdasarkan tanda pemisah tertentu dan memasukkan hasilnya kedalam suatu variable array.
Sintaks :
explode(string pemisah, string [,int limit] )
contoh :
$namahari = “mingg senin elasa rabu kamis jumat sabtu”;
$hari = explode(“ ”, $namahari);
Implode
Kegunaan fungsi ini adalah kebalikan dari explode. Implode digunakan untuk menghasilkan suatu string dari masing-masing elemen suatu array. String yang dihasilkan tersebut dipisahkan oleh suatu string yang telah ditentukan sebelumnya.
Sintaks :
implode(string pemisah, array)
Strip_Tag
Digunakan untuk menghilangkan kode-kode HTML pada suatu string.
Sintaks :
striptags(string [, string tags yang tidak dihilangkan] )
StrLen
Digunakan untuk menghitung jumlah karakter suatu string.
Sintaks :
strlen(string)
StrPos
Digunakan untuk mencari posisi pertama suatu sub string pada suatu string. Fungsi ini biasanya digunakan untuk mencari suatu sub string didalam suatu string.
Sintaks :
sttrpos(string, substring)
Str_Repeat
Digunakan untuk mengulang isi suatu string.
Sintaks :
Str_repeat(string, int jumlah perulangan)
strToLower
Digunakan untuk merubah suatu string menjadi huruf kecil
Sintaks :
strlower(string)
StrToUpper
Digunakan untuk merubah suatu string menjadi huruf besar.
Sintaks :
strtoupper(string)
4.2.2 Date & Time
PHP menyediakan fungsi-fungsi untukmenampilkan penanggalan dan waktu. Fungsi-fungsi tersebut dapat mengembalikantanggal dan waktu sesuai dengan yang kita butuhkan.Berikut adalah daftar penanggalan dan waktu disertakan dengan penjelasannya.
a -> am atau pm
A -> AM atau PM
d -> Tanggal
D -> Nama hari dalam seminggu
F -> Nama bulan
g -> jam 1 sampai 12 (1..12)
G -> jam 1 sampai 23 (0..23)
h -> jam 1 sampai 12 (01..12)
H -> jam 1 sampai 23 (OO..23)
i -> menit
j -> Tanggal
l -> Nama Hari
m -> Bulan (dalam angka)
M -> Bulan (singkatan dari nama bulan)
n -> Nama bulan (1..12)
O -> waktu greenwicj
r -> format RFC 822 (Sun, 25 Agustus 2002 16:01:07+0200
s -> detik (00..59)
T -> Timezone (DMT)
y -> tahun dalam dua digit
Y -> tahun dalam empat digit
z -> hari ke x dari tahun
contoh implementasi dari date & time adalah seperti ini untuk mengetahui tanggal berapa sekarang :
untuk contoh yang lebih kompleks lagi …
<?php
echo “Sekarang waktu menunjukkan pukul “, date(“H:i A”),

”, date(“l, d F Y”),

Hari ke : “, date(“z”), ” dari tahun “, date(“Y”);
?>
4.2.3 Fungsi Mail
Digunakan untuk mengirim email ke alamat email tertentu.

Sintaks :

0

Fungsi Dalam Variable Array
PHP banyak sekali menyediakan fungsi untuk memanipulasi variable array. Disini saya akan susun beberapa fungsi dalam variable array diantaranya…
1. Fungsi Count & Size of
Kedua fungsi ini memiliki penggunaan yang sama yaitu menghitung jumlah elemen yang dimiliki oleh sebuah array. Sintaksnya saya tulis dibawah ini.
?
1
2
count ($array)
sizeof ($array)
Mari kita coba mempraktekkan sintaks tersebut dengan pembuatan perhitungan nilai. Silahkan siapkan text editor anda untuk mengetikkan kode dibawah ini.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$a[0] = 1;
$a[1] = 5;
$a[2] = 7;
$total = count($a);
echo "Jumlah nilai ke-1 = $total<br />";
$b["imam"] = "A";
$b["hadi"] = "B";
$jumlah = sizeof($b);
echo "Jumlah nilai ke-2 = $jumlah";
?>
Setelah selesai, silahkan simpan kode tersebut & jalankan di web browser anda. Lebih mudah memakai count atau sizeof ? Saya rasa lebih mudah memakai count seperti layaknya lebih mudah memakai echo daripada print.
2. Fungsi Array_push()
Fungsi ini digunakan untuk menyisipkan elemen baru ke dalam sebuah array. Elemen ini disisipkan pada bagian akhir & sintaksnya sebagai berikut.
?
1
array_push($array, nilai[nilai,…])
Mari kita coba praktekkan dengan menuliskan kode dibawah ini.
?
1
2
3
4
5
<?php
$belajar = array ("HTML5", "CSS3");
array_push ($belajar, "PHP", "SQL");
echo "Sekarang belajarnya jadi HTML5, CSS3, PHP, SQL";
?>
3. Fungsi Array_splice()
Fungsi ini digunakan untuk mengambil / membuang satu atau beberapa elemen array & menggantikannya dengan yang baru. Sintaksnya bisa dilihat dibawah ini.
?
1
array_splice ($array, letak [, panjang [, pengganti]])
Parameter letak dalam sintaks diatas menunjukkan mulai dari elemen mana array tersebut akan diganti. Jika true, maka elemen dihitung dari depan, jika false, maka elemen dihitung dari belakang. Parameter panjang yaitu jika nilainya true menunjukkan jumlah elemen yang akan diganti atau dibuang. Jika false, maka jumlah elemen yang tertinggal tidak diganti. Untuk lebih jelasnya sebaiknya tulis & pehatikan kode dibawah ini.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
<?php
echo "Anggota array awal adalah: <br />";
$input = array ("HTML", "PHP", "CSS", "JavaScript");
print_r($input);
echo "<br /><br />";
echo "array_splice(\$input,2)";
echo "<br />";
$input = array ("HTML", "PHP", "CSS", "JavaScript");
array_splice ($input, 2);
print_r($input);
echo "<br /><br />";
echo "array_splice(\$input,1,-1)";
echo "<br />";
$input = array ("HTML", "PHP", "CSS", "JavaScript");
array_splice ($input, 1, -1);
print_r($input);
echo "<br /><br />";
echo "array_splice(\$input,1, count(\$input), \"AJAX\")";
echo "<br />";
$input = array ("HTML", "PHP", "CSS", "JavaScript");
array_splice ($input, 1, count($input), "AJAX");
print_r($input);
echo "<br /><br />";
echo "array_splice(\$input,-1,1, array(\"JQuery\",\"Framework\"))";
echo "<BR>";
$input = array ("HTML", "PHP", "CSS", "JavaScript");
array_splice ($input, -1, 1, array("JQuery", "Framework"));
print_r($input);
?>
Setelah selesai menulis kode diatas, silahkan simpan & jalankan di web browser anda. Perhatikan satu persatu fungsinya. Untuk pembahasan Fungsi Dalam Variable Array akan kita lanjutkan dihalaman Lanjutan Fungsi Dalam Array.


0


Peranan fungsi sangat berguna dalam program yang akan kita buat. Dengan penggunaan fungsi program yang kita buat akan mudah dibaca dan tidak argumen perlu menuliskan perintah yang sama berkali-kali. Fungsi bisa menggunakan dan bisa juga tanpa argumen.

Membuat Fungsi
Dalam pembuatan program seringkali kita membutuhkan sekumpulan perintah yang akan digunakan berkali-kali. Hal ini dapat kita hindari dengan menggunakan subrutin. Subrutin adalah sekumpulan perintah yang diberi nama dan kemudian dapat kita panggil sewaktu-waktu. Dalam pemrograman dikenal dua macam subrutin, yaitu prosedur dan fungsi.
Perbedaan antara kedua macam subrutin ini adalah, fungsi mengembalikan nilai tertentu, sedangkan prosedur tidak. Bahasa PHP hanya mengenal perintah untuk membuat fungsi, yaitu function. Kita dapat membuat prosedur dengan mengunakan perintah yang sama tapi tidak dengan menggunakan perintah return. Perintah return digunakan untuk mengembalikan nilai tertentu. Standar penulisan fungsi adalah:
Function nama_fungsi(argumen)
{
kode perintah
}

Dibawah ini contoh penggunaan fungsi. Contoh yang pertama tidak menggunakan perintah return sedangkan yang kedua menggunakan perintah return, perhatikan perbedaan yang nampak pada hasilnya.

Contoh program tanpa perintah return


function amikom()
{
print("www.amikom.ac.id,
portal kampus nomor 1 di Indonesia");
}

amikom();
?>

Contoh program dengan perintah return

function cetak_tebal($input)
{
$teks = "";
$teks .= "$input";
$teks .= "
";
return($teks);
}
print("Kalimat ini belum dicetak tebal
\n");
print(cetak_tebal("Kalau yang ini sudah dicetak tebal"));

?> 

0

Fungsi argumen tanpa struktur data
 Dalam c++, diketahui bahwa dalam pemanggilan fungsi ada 5 cara, yaitu,
1. pemanggilan fungsi tanpa argumen,
2. dengan argumen (by value),
3. dengan referensi ( by reference),
4. dengan pointer (by pointer)
5. dan dengan nilai balik
Langsung masuk contoh program supaya lebih gampang. Kita menggunakan c++ dalam latihan pembuatan fungsi.
#include
#include
Void coba()
{
cout<<"Hello dari fungsi";
}
void main()
{
coba ();
cout<<"Helo dari program utama";
coba ();
getch();
}
Fungsi di deklarasikan sebelum fungsi utama, seperti dalam deskripsi secara garis besar dari fungsi, fungsi merupakan sebuah potongan program. Contoh program diatas, fungsi coba dideklarasikan menggunakan void, void tidak memberikan nilai balik dalam fungsi coba. didalam void coba( ), tanda kurung tidak diberikan sebuah isi, disinilah letak dari argumen dalam fungsi. Fungsi coba diatas hanya mengandung pernyataan Hello dari fungsi. Fungsi coba diatas dipanggil 2 kali dalam fungsi utama ( void main( ) ) berarti fungsi dapat dipanggil beberapa kali sesuai dengan kebutuhan.