Selasa, 13 Januari 2015

ARRAY DAN CONST DALAM PEMOGRAMAN

0

 ARRAY 

Array adalah tipe data terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Komponen-komponen tersebut disebut sebagai komponen type, larik mempunyai jumlah komponen yang jumlahnya tetap. Banyaknya komponen dalam larik ditunjukkan oleh suatu index, dimana tiap komponen di array dapat diakses dengan menunjukkan nilai indexnya atau subskript. Array dapat bertipe data sederhana seperti byte, word, integer, real, bolean, char, string dan tipe data scalar atau subrange. Tipe larik mengartikan isi dari larik atau komponen- komponenya mempunyai nilai dengan tipe data tersebut.
Contoh:
Var
Untai : array[1..50] of Integer;
Pada contoh Array dengan nama untai telah dideklarasikan dengan tipe integer, dengan jumlah elemen maksimum 50 elemen, nilai dari elemen array tersebut diatas harus bertipe integer.

Contoh Program :
Program Contoh_Array_Input;
Uses Crt;
Var
Bilangan : array[1..50] of Integer;
Begin
ClrScr;
Bilangan[1]:=3;
Bilangan[2]:=29;
Bilangan[3]:=30;
Bilangan[4]:=31;
Bilangan[5]:=23;
Writeln('nilai varibel bilangan ke 3 =',Bilangan[3]);
Readln;
End.

Array juga dapat dideklarasikan bersama dengan tipe yang beragam seperti contoh dibawah ini :
Program Contoh_Deklarasi_Array_Beragam;
Uses Crt;
Var
NPM : array[1..20] of string[10];
Nama : array[1..20] of string[25];
Nilai : array[1..20] of real;
Umur : array[1..20] of byte;
banyak,i : integer;
Begin
ClrScr;
Write('Isi berapa data array yang diperlukan :');Readln(banyak);
For i := 1 to banyak Do
Begin
Write('NPM =');Readln(NPM[i]);
Write('Nama =');readln(Nama[i]);
Write('Nilai=');readln(Nilai[i]);
Write('Umur =');readln(Umur[i]);
End;
{cetak varibel array}
Writeln('NPM NAMA NILAI UMUR ');
For i:= 1 to banyak Do
Begin
Writeln(Npm[i]:10,Nama[i]:25,Nilai[i]:3:2,' ',Umur[i]:3);
End;
Readln;
End.

Untuk deklarasi array dapat digunakan beberapa cara seperti berikut ini :
Type
Angka = String[20];
Var
Nama : Array [1..50] of Angka;
Begin
.
.
End.

Deklarasi tipe indeks subrange integer Indeks pada array dapat tipe skalar atau subrange, tetapi tidak bisa real.
Contoh:
Var
Nilai : Array[1..10] of Integer;
pada contoh ini array nilai mempunyai 10 buah elemen yaitu dari 1 sampai 10. Array tersebut dapat dideklarasikan dengan type seperti berikut ini :

Type
Skala = 1..10;
Var
Nilai : Array [skala] of Integer;
atau :
Type
Skala = 1..10;
Y = Array[skala] of Integer;
Var
Nilai : Y;
atau :
Type
Y = Array[1..10] of Integer;
Var
Nilai : Y;
atau :
Const
Atas =1;
Bawah = 5;
type
Y = Array[Atas..Bawah] of Integer;
Var
Nilai : Y;

I. Deklarasi Type Indeks Skalar
Indeks dari larik dapat berupa tipe skalar.
Contoh. :
Program Deklarasi_Indeks_Array_Skalar;
Uses Crt;
Var
Jum : Array[(jan,feb,mar,apr,mei)] of Integer;
Begin
Jum[jan]:=25;
Jum[feb]:=45;
Jum[mar]:=21;
Jum[apr]:=23;
Jum[mei]:=50;
Writeln('Jumlah nilai bulan maret =',Jum[mar]);
Readln;
End.
dapat juga ditulis :
type
Bln = (jan,feb,mar,apr,mei);
Var
Jum : Array[bln] of Integer;
atau :
type
Bln =(jan,feb,mar,apr,mei);
Var
Jum : Array[jan..mei] of Integer;

II. Deklarasi Konstanta Array
Array tidak hanya dapat berupa suatu varibel yang dideklarasikan di bagian deklarasi variabel, tetapi dapat juga berupa konstanta (const).
Contoh Program :
Program Contoh_Deklarasi_Array_Konstan;
Uses Crt;
Const
Tetap : Array[1..4] of Integer=(7,10,21,20);
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 1 to 4 Do
Writeln('Nilai Konstan array ke ',i:2,' =',Tetap[i]);
Readln;
End.
konstanta array dapat juga berupa ketetapan dalam bentuk karakter seperti berikut.
Contoh Program :
Program Contoh_Konstan_Array_Char_;
Uses Crt;
Const
Huruf : Array[0..5] of Char=('A','B','C','D','E','F');
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 0 to 5 Do
Writeln('Nilai konstan array ke',i:2,' = ',Huruf[i]);
Readln;
End.
Konstanta array dapat juga berupa string seperti berikut ini.
Contoh Program :
Program Constanta_Array_String;
Uses Crt;
Type
A = Array [1..5] of String;
Const
Nama : A = ('basic','pascal','cobol','paradox','dbase');
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 1 to 5 Do
Writeln('Nilai Array ke-',i:2,'= ',Nama[i]);
readln;
end.

Dalam pascal string merupakan array dari elemen- elemen karakter seperti berikut :
Contoh Program :
Program String_Adalah_Array_Tipe_Char;
Uses Crt;
Var
Nama : string;
i : Integer;
Begin
Nama:='Turbo Pascal';
For i:= 1 to Length(nama) Do
Writeln('Elemen ',i,' dari ',Nama,'= ',Nama[i]);
Readln;
End.

contoh program bilangan prima dengan menggunakan bantuan array.
Contoh program :
Program Mencari_Bilangan_Prima_Dengan_Array;
Uses Crt;
Var
Prima : Array[1..100] of Integer;
i,j : Integer;
bil : Integer;
Begin
ClrScr;
For i := 2 to 100 Do
Begin
Prima[i]:=i;
For j:= 2 to i-1 Do
Begin
bil := (i mod j); {* i dibagi j dicek apakah 0*}
If bil = 0 then Prima[i]:=0; {*jika habis dibagi,berarti bkn prima*}
End;
If Prima[i]<> 0 Then Write(Prima[i],' '); {*cetak array yg prima*}
End;
Readln;
End.

Contoh pengurutan data dengan metode buble sort, yaitu dengan cara penukaran, dapat dilihat pada contoh dibawah ini :
Contoh Program :
Program Penggunaan_Array_Untuk_Sortir_Buble_Sort;
Uses Crt;
Var
nil1 : Array[1..100] of Integer;
n,i,j,dum : Integer;
Begin
ClrScr;
Write('mau isi berapa data acak (integer) ='); readln(n);
For i := 1 to n Do
Begin
Write('Data Ke ',i,':');Readln(nil1[i]);
End;
{* penyapuan proses}
for i:= 1 to n-1 do
begin
for j:= i to n do
begin
if nil1[j]begin
dum:=nil1[j];
nil1[j]:=nil1[i];
nil1[i]:=dum;
end;
end;
end;
writeln;
writeln('Hasil Sortir');
for i := 1 to n do
write(nil1[i]:3);
readln;
end.


III. Array Dua Dimensi
Di dalam pascal Array dapat berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan array dimensi banyak (Multidimensional array), disini akan dibahas array 2 dimensi saja. Array 2 dimensi dapat mewakili suatu bentuk tabel atau matrik, yaitu indeks pertama menunjukkan baris dan indeks ke dua menunjukkan kolom dari tabel atau matrik.
1 2
1 2 3
Untuk mengetahui cara mendeklarasikan dari penggunaan aray dua dimensi dapat dilihat pada listing program dibawah ini .

Contoh Program:
Program Deklarasi_Array_Dua_Dimensi;
Uses Crt;
Var Tabel : Array[1..3,1..2] of Integer;
i,j : Integer;
Begin
ClrScr;
Tabel[1,1]:=1;
Tabel[1,2]:=2;
Tabel[2,1]:=3;
Tabel[2,2]:=4;
Tabel[3,1]:=5;
Tabel[3,2]:=6;
For I := 1 to 3 Do Begin For J:= 1 to 2 Do Begin Writeln('Elemen ',i,',',j,'= ',tabel[i,j]);
End;
End;
Readln;
End.


IV. Alternatif Deklarasi Array Dua Dimensi.
Ada beberapa cara dalam mendeklarasikan array dua dimensi, beberapa cara tersebut dapat dilihat dibawah ini :
Contoh :
Var
Tabel : Array[1..3] of Array[1..2] of Byte;
atau :
Type
Matrik = Array[1..3,1..2] of Byte;
Var
Tabel : Matrik;
atau :
Type
Baris = 1..3;
Kolom = 1..2;
Matrik = Array[Baris,Kolom] of Byte;
Var
Tabel : Matrik;
atau :
Type
Baris = 1..3;
Kolom=1..2;
Matrik= Array[Baris] of Array[Kolom] of Byte;
Var
Tabel : Matrik;
Dibawah ini akan diberikan listing program penggunaan array dua dimensi dalam aplikasi penjumlahan matrik :
Contoh Prorgam:
Program Penjumlahan_Matrik;
Uses Crt;
Var
Matrik1,Matrik2, Hasil : Array[1..3,1..2] of Integer;
i,j : Integer;
Begin
ClrScr;
{ input matrik ke satu }
Writeln(' Elemen matrik satu');
For i := 1 to 3 Do
Begin
For j := 1 to 2 Do
Begin
Write('Elemen baris -',i,' Kolom -',j,'= ');
Readln(matrik1[i,j]);
End;
End;
{input matrik ke dua}
Writeln('input elemen matrik dua');
For i:= 1 to 3 Do
Begin
For j:= 1 to 2 Do
Begin
Write('Elemen baris -',i,' kolom -',j,'= ');
Readln(matrik2[i,j]);
End;
End;
{proses penjumlahan tiap elemen}
For i := 1 to 3 Do
Begin
For j:= 1 to 2 Do
Begin
Hasil[i,j]:=Matrik1[i,j]+Matrik2[i,j];
End;
End;
{proses cetak hasil}
For i:= 1 to 3 Do
Begin
For j:= 1 to 2 Do
Begin
Write(Hasil[i,j]:6);
End;
Writeln;
End;
Readln;
End.


V. Array Sebagai Parameter
Array dapat digunakan sebagai parameter yang dikirimkan baik secara nilai (by value) atau secara acuan (by reference) ke procedure atau ke function. Procedure yang menggunakan parameter berupa array harus dideklarasikan di dalam judul procedure yang menyebutkan parameternya bertipe array.

Contoh Program :
Program Contoh_Pengiriman_Parameter_Array_Di_Procedure;
Uses Crt;
Const
Garis ='---------------------------------------------------';
Type
Untai = Array[1..10] of String[15];
Bulat = Array[1..10] of Integer;
Huruf = Array[1..10] of Char;
Var
i,Banyak : Integer;
Procedure Proses(Nama:Untai;Nilai:Bulat);
Var
Ket : String;
Abjad : Char;
Begin
Writeln(Garis);
Writeln('Nama Nilai Abjad Keterangan');
Writeln(Garis);
For i := 1 to Banyak Do
Begin
If Nilai[i] > 90 Then
Begin
Abjad:='A';
Ket :='Istimewa';
End;
If (Nilai[i]<90) And (Nilai[i]>70) Then
Begin
Abjad:='B';
Ket :='Memuaskan';
End;
If (Nilai[i]<70) And (Nilai[i]>60) Then
Begin
Abjad:='C';
Ket :='Cukup';
End;
If (Nilai[i]<60) And (Nilai[i]>45) Then
Begin
Abjad:='D';
Ket :='Kurang';
End;
If Nilai[i]< 45 Then
Begin
Abjad:='E';
Ket :='Sangat kurang';
End;
Writeln(Nama[i]:15,' ',Nilai[i]:4,' ',Abjad,' ',Ket:15);
End;
Writeln(Garis);
End;
Procedure Masuk_Data;
Var
Nama : Untai;
Nilai : Bulat;
Begin
Write('Banyak data =');Readln(Banyak);
For i:= 1 to Banyak Do
Begin
ClrScr;
Writeln('Data ke - ',i);
Write('Nama =');readln(Nama[i]);
Write('Nilai =');readln(Nilai[i]);
End;
Proses(Nama,Nilai);
End;
{modul Utama}
Begin
Masuk_Data;
Readln;
End. 

CONST

Const mendefinisikan sebuah variable yang nilainya tak dapat di rubah atau sudah di tetapkan oleh user. Const adalah cara yang di siapkan untuk mendefinisikan konstanta dalam C++.
Const juga dapat di gunakan untuk modifier tipe di dalam prototype fungsi rangkaian pemanggil menetapkan sebuah argumen yang tidak dapat di ubah.
Bentuk umum untuk mendefinisikan Const :

const nama_const = nilai const;


Contoh :

const ZERO = 0;

contoh ini mendefinikan const dengan nama ZERO bertipe integer yang bernilai "0" dan nilai ini bersifat permanen.
Nama  Const biasanya berhuruf kapital tujannya untuk membedakan dengan variable-variable.
untuk const berarray sering juga di gunakan :

const char HI[]="hello there";

HI adalah sebuah string konstanta bertipe karakter yang berisi "hello there".
Untuk lebih jelasnya silahkan ketikan source code di bawah ini :

#include<iostream.h>
#include<conio.h>

const char hello[]="Terima Kasih...\1";//deklarasi konstanta bertipe char
const double Phi=3.14;//deklarasi konstanta bertipe integer
double hasil,r;
void main()
{
cout<<"Program Hiting Luas Lingkaran\n";
cout<<"=============================\n";
cout<<endl;
cout<<"Masukan jari-jari lingkaran (cm) : ";
cin>>r;
hasil=(Phi*r*r);
cout<<"Luas Lingkaran = "<<hasil<<" cm2";
cout<<endl;
cout<<endl;
cout<<endl;
cout<<hello;
getch();

}

Minggu, 14 Desember 2014

ARTIKEL STUDY TOUR

0

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya saat study tour ke Jakarta.Hari pertama Sebelum hari keberangkatan pada hari selasa hari seninnya kami saya dan teman teman di wajibkan menginap di sekolah supaya tidak ada yang ketinggalan  . Bus pun dating pada pukul 03.00 saya dan teman teman saya mengantri untuk masuk ke dalam bus .Selama perjalanan kami di pandu travel yang bernama the wiwin setelah mendapat penjelasan dari kami pemandu travel pun memutarkan lagu lagu dangdut untuk mengiringi perjalanan kami kami pun tertidur . kami tiba di tol untuk berisirahat , makan dan melaksanakan salat subuh , perjalanan pun kami lanjutkan.sesampainya di Jakarta kami langsung menuju ke salah satu acara televisi yaitu “DR.OZ” yang tidak live kami disana menunggu acara di mulai ada yang beristirahat , poto – poto , makan dan mengobrol bersama. Acara “DR.OZ” pun di mulai ternyata tidak hanya kami yang menonton tapi ada juga yang dari Banten .saya mengamati setiap proses syuting , kami di arahkan agar seseuai dengan keinginan sang kreatif , kami menikmati proses syuting tersebut tetapi kami tidak sampai selesai dalam proses syuting karena kami akan kelokasi berikutnya yaitu “ HITAM PUTIH “ kami pun tiba di sana sekitar pukul 16.00 kami pun beristirahat dan salat ashar sambil menunggu tayangan “HITAM PUTIH “ di mulai , acara pun di mulai kami di arahkan lagi seperti di acara “DR.OZ” cara ini pun tidak live tapi kami juga ada di acara “ HITAM PUTIH “ live tentang seorang anak yang tersetrum , sedih mendengar kisahnya .acara pun berakhir kami langsung menuju ke hotel untuk beristirahat .


Hari keduannya acara kami adalah liburan “YEAAAHH” pertama kami pergi ke ancol untuk makan pagi sambil menikmati indahnya laut lingkungannya bersih dan indah , selanjutnya kami  pergi ke ATLANTIS untuk berenang , udara panas pun sedik berkurang panasnya saat saya sudah berada di kolam arus , mai pun selesai berenang kemudian ganti baju dan makan selanjutnya ketempat yang paling saya tunggu tunngu yaitu “ DUFAN “ kami pun sampai di sana , kami sangat antusias dan mencoba wahana yang ada di sana seperti HISTERIA , KORA – KORA ,ICE AGE,WAHANA 4D,dll  sekitar pukul 17.00 kami pun pergi ke rumah  makan kami makan disana sambil menikmati matahari terbenam dan di lanjutkan salat magrib ,kami pun langsung menuju bus untuk pulang ke garut dan beristirahat untuk sekolah  besok harinya.

KARAKTER FISIK HURUF

0


Setiap bentuk huruf dalam sebuah alphabet memiliki keunikan fisik tersendiri kali ini saya akan mejelaskan karakter fisik huruf nama saya sendiri yaitu “NERA JULIANI “

N   : Kelompok garis tegak miring dan berupa ruang negative bersudut persegi-tiga
E   : kelompok garis tegak datar sedangkan  e kecil aperture
R   : tail dan kelompok garis tegak lengkung
A   : kelompok garis tegak miring , cross bar dan aperture

J    : kelompok garis tegak lengkung
U   : kelompok garis tegak lengkung
L    : kelompok garis tegak datar  sedangkan l kecil loop/lobe
I    : kelompok garis tegak datar
A   : kelompok garis tegak miring , cross bar dan aperture
N   : Kelompok garis tegak miring dan berupa ruang negative bersudut persegi-tiga
I    : kelompok garis tegak datar



Kamis, 06 November 2014

Beberapa Macam Jenis Tripod

0

Macam-macam Tripod

Beberapa Macam Jenis Tripod

 
Beberapa Macam Jenis Tripod - Kali ini saya akan memberikan sedikit artikel mengenai Aksesoris Kamera yaitu mengenai Beberapa Jenis Tripod.Banyak memangJenis Tripod yang beredar dipasaran namun jika salah pilih tentunya akan salah dalam memperhitungkan kestabilan.Oleh karena itu saya akan memberikan artikel mengenai Beberapa Macam Jenis Tripod.


Tripod Legs
Tripod umumnya memiliki 2 bagian, yaitu batang tripod-nya sendiri dan bagian head-nya. Untuk bagian batang tripod nya paling tidak dikenal 2 jenis, yaitu jenis yang antar batangnya dihubungkan dengan jari-jari & yang tiap batangnya independen.
Tripod Head
Bagian kepala dari tripod umumnya ada 2 jenis (saat ini ada banyak variasi, tetapi mengacu pada 2 bentuk awal ini). Yang pertama adalah jenis pan-head. Pada bentuk ini ada paling tidak ada 2 tuas yang masing-masing mengatur pergerakan horizontal & vertikal.
Karena masing-masing arah diatur secara independen maka jenis ini lebih presisi, walau akibatnya memang lebih ribet dan lama dalam melakukan setting. Beberapa landscaper lebih menyukai jenis head yang ini karena masalah presisinya tadi.
Sebagian besar orang lebih menyukai jenis yang kedua, Ball-head. Jenis yang ini memungkinkan gerakan vertikal dan horizontal pada saat yang bersamaan. Dengan demikian mempercepat proses setting. Kendalanya adalah karena semua bidang bergerak maka presisinya akan relatif lebih rendah dibandingkan dengan jenis pan-head.
Pilihan dari ball-head banyak sekali, ada yang hanya menggunakan satu tuas, ada pula yang sampai menggunakan banyak tuas untuk membebaskan gerakan ball-head. Masing-masing memiliki kelebihannya sendiri.
Umumnya kebanyakan head saat ini sudah menggunakan “Quick Release”. Jadi ada sebentuk plat yang kita pasangkan di bagian bawah body kamera kita, sehingga kalau kita mau memasangkan kamera ke tripod cukup dengan mengunci plat tersebut ke head. Tanpa harus, seperti jaman dahulu, memasangkan tripod langsung di bawah kamera.

Material Tripod
Tripod pilihannya banyak. Kalau dilihat dari materialnya, secara umum tripod ada beberapa jenis :
  • Besi Alloy - jenis ini paling berat. Sudah tidak umum digunakan jaman sekarang, tapi beberapa tripod kuno masih menggunakan material ini. Sangat tidak praktis untuk dibawa karena beratnya, walaupun demikian memiliki kestabilan yang sangat baik. 
  • Alumunium Alloy - material ini paling banyak digunakan oleh produsen jaman sekarang. Cukup ringan, tetapi untuk mampu menahan beban kamera + lensa berat umumnya tripod jenis ini dibuat lebih kokoh. Dengan demikian berat juga, walau lebih baik dibandingkan yang dibuat dari besi alloy. Ini pilihan paling value saat ini. 
  • Carbon Fibre – Jenis ini dibuat dengan material serat karbon sehingga ringan tetapi sangat kuat. Untuk yang suka bepergian & trekking maka ini pilihan yang terbaik, walau dari segi harga bisa 2-3 kali lebih mahal dibandingkan alumunium alloy setara. 
  • Basalt – jenis material ini relatif baru dan saat ini hanya dibuat oleh Gitzo. Dibuat dari batuan Basalt yang dilelehkan dan dicampur dengan material lain. Harga & kekuatannya ada diantara allumunium alloy & Carbon Fibre.